May 2, 2013
admin

Kuliner Malang : Nasi Buk Matirah


Oleh : Philardi Ogi
Revisi oleh : Ariesta

Indonesia yang sebagian besar daerahnya memilih nasi sebagai makanan pokok, memiliki banyak makanan khas daerah yang terkadang lahir dari makanan rumahan yang dasarnya nasi dengan lauk tradisional. Contohnya nasi timbel Sunda, nasi Gudeg Jogja, nasi Pecel Jawa Timur, nasi campur Bali. Sedangkan di Madura, ada Nasek Jejen dan juga Nasi Buk yang lahir di Malang.

Nasi Buk, yang sebenarnya diucapkan Nasi Bug, adalah masakan yang lahir di Malang, oleh orang asli Madura, yaitu ibu Matirah. Nama lengkapnya Warungnya adalah Nasi Bik Matirah, yang sebenarnya adalah rumah makan yang menjajakan makanan khas Madura. nama Buk sendiri karena yang menjual ibu -ibu, jadi munculah nama “Nasi Buk” yang berarati nasi yang jual ibu ibu, begitu kira-kira.

Nasi Buk standarnya adalah Nasi yang ditemani sayur lodeh nangka, sambal terasi dan seperti kebanyakan masakan madura lainnya, Ditaburi Serundeng. Namun untuk lauknya kita bisa memilih antara potongan daging ayam goreng, empal, babat,sate daging, tahu tempe bacem, dan banyak lainnya. Namun favorit saya adalah Mendol, Paru kering dan Dendeng Ragi.

Mendol merupakan perkedel dari tempe, dengan tekstur kesat mendol sangat cocok untuk menemani basahnya sayur lodeh yang sangat gurih. Masakan ini merupakan masakan khas Malang kebetulan yang membuat dan menjual pertama kali adalah Bu Matirah.

Dendeng ragi di Buk Matirah disajikan dengan balutan serundeng dari kelapa parut yang sudah di bumbui. Rasanya sangat gurih. Walaupun dendengnya tebal, namun sangat empuk karena konon dimasak dengan kayu bakar. Sehingga ketika di masak, panasnya merata.

Paru kering atau sering disebut Keripik Paru, bentuknya mirip seperti yang saya temukan di Salatiga. Teksturnya Kering renyah dan memiliki citarasa gurih manis. Sepertinya sebelum di goreng parunya dibumbui terlebih dahulu. Paru kering ini bisa dimakan ala kerupuk, digigit setelah menyuapkan nasi dan lauknya. Atau cara saya, dipotong dan dicampur dengan sayur lodeh dan nasi. Hal ini agar tercampur dengan kuah sayur dan tidak terasa terlalu kering.

Akhirnya saya pun pulang membawa sekantung paru kering yang dijual terpisah seharga Rp 90.000. Dan seminggu kedepannya saya selalu makan malam ditemani si Paru kering dari Buk Matirah.

Warung makan Bik Matirah
Jl. Trunojoyo 10 EF Malang
0341-7703377

9 Comments

  • aku pernah makan nasi buk juga di stasiun Malang..memang Leker!

  • Aduh tidak….itu paru keringnya *glek*
    Kayaknya simpel banget tp enak banget ya kak…apalagi ada sambel trasi…wedew!

  • Yummy! baru kemaren makan nasi Buk, menu wajib tiap mudik ke Malang. Tapi aku belum pernah nyoba yang bu Matirah. Aku langganan ama warung di daerah Jodipan

  • Saya meralat nasi madura dari madura aslinya bukan dari madura di Madura gak dikenal nasi madura dengan sayur lodeh terbuat dari nangka muda, mendol masakan ini merupakan masakan khas Malang kebetulan yang membuat dan menjual pertama kali adalah Bu Matirah orang suku Madura sehingga menyebut masakan tersebut cukup simpel Sego Duro atau nasi Madura dan karena yang jual Ibu-ibu maka disebut “Buk” maka terkkenal dengan istilah nasi Buk.

    • wah terima kasih ralatannya Ariesta…saya revisi ya, dengan note dari anda…
      terima kasih sudah membaca :)

    • Saya asli asal Malang dan skr berada di Amerika kawasan Timur. Koreksi Ariesta totally bener. Itu adalah Sego Duro. Saat saya masih kecil, jualan tsb di Gang Semarang di emperan klenteng; kemudian pindah dan nyabang di belakang Pom Bensin Trunojoyo, lalu buka di kawasan Statiun. Ibu penjual amat santun dalam meladeni pembeli, inggah-inggih dalam mengiyakan keinginan pembeli bhk menawarkan agar pembeli tidak sungkan untuk menyampaikan kepada dirinya bila memang membutuhkan sesuatu, menjadi kesan yang amat mendalam dan tidak terlupakan hingga skr saya sdh berusia di kepala lima. Membaca kunjungan Jokowi langsung membangunkan selera saya untuk kangen kepada masakan Ibu Duro tsb.

      • Mas/Mbak Francis, terima kasih juga atas koreksi dan sharing cerita mengenai Sego Duronya, menjadi notes di page ini. menyenangkan ya memiliki kenangan kuliner dari kampung halaman, seakan tak lekang waktu. terima kasih juga sudah membaca. salam.

  • Dear Admin dan pak/bu Francis, nasi bug favorit saya juga bik Matira. Namun dengan sedih saya sampaikan bahwa “ummi” yg ramah itu sudah tidak disitu lagi beberapa bulan terakhir ini… Dan semuanya menjadi tidak sama lagi….

    • wah berita sedih sekali, sudah lama saya tak berkunjung ke Malang..

      semoga ada perbaikan ya mas…

Leave a comment

Mainmakan travelblog adalah kumpulan cerita perjalanan traveling dan kuliner, merupakan sarana berbagi pengalaman bagi kita semua, ayo ceritakan pengalaman anda. Klik disini untuk lebih lengkapnya

WE ARE PART OF :