Oct 6, 2011
admin

Desa Panglipuran,Bali


Oleh Philardi Ogi

Aura tentram sudah terasa ketika memasuki Desa ini, terletak di daearah pegunungan membuat desa ini diselimuti udara pegunungan yang sejuk. Panorama desa dimanjakan dengan suguhan arsitektur rumah desa khas yang menarik. Seluruh bangunan rumah di desa itu hampir seluruhnya seragam. Pintu masuk rumah dari batu beratapkan bambu yang disebut angkul-angkul, berjejer rapi selaras dengan jalan batu setapak yang diapit rerumputan menuruni bukit.

Keseragaman itu merupakan cerminan dari rasa kebersamaan yang kuat antar penduduk desa Panglipuran, di Kabupaten Bangli, Bali. Menganut konsep Tri Hita Karana, Desa ini merupakan suatu cerminan dari harmonisasi yang erat antara hubungan manusia dengan sesama manusia, alam dan Tuhan.

Tak ayal budaya tersebuat tercermin dalam tata ruang desa dengan pembagian daerah hunian dari desa Panglipuran. Dimana desa ini dibagi kedalam 3 wilayah, Parahyangan yaitu daerah paling tinggi diatas bukit dan dianggap suci, terdapat Pura Penataran dimana merupakan tempat sembah yang warga desa Panglipuran.

Turun satu tingkat dari wilayah Parahyangan, adalah wilayah Pamongan, yang merupakan wilayah terbesar, yaitu wilayah tempat tinggal yang dihuni lebih dari 200 kepala keluarga, berundak turun dari atas bukit kebawah. Dipisahkan menjadi pawongan barat dan timur, dipisahkan oleh rurung gede, yaitu jalan setapak yang membelah kedua dearah tersebut.

Daerah yang terakhir adalah wilayah Palemahan, yaitu daerah makam bagi warga yang sudah meninggal. Yang tak kalah unik dari desa panglipuran adalah adanya tempat pengasingan bagi warga desa yang melanggar hukum adat yang berlaku, disebut Karang Memadu. Hal ini untuk mengucilkan warga yang melanggar aturan desa, dan membayar pelanggaran tersebut dengan rasa malu.

Keunikan desa Panglipuran menjadikannya salah satu pilihan ragam wisata di Bali, wisatawan bisa mengunjungi desa ini hanya dengan membayar tiket Rp 7.500/orang. Adat budaya yang dipegang teguh warganya, tetap dicerminkan kepada pelancong yang datang. Tak heran beberapa warga akan menyambut hangat setiap wisatawan yang datang, bahkan ada yang mempersilahkan untuk mengunjungi rumah mereka dan menjelaskan dengan fasih mengenai tata bangunan rumah mereka. Beberapa rumah bahkan menjual beberapa keajinan khas desa ini sebagai souvenir dan oleh-oleh.

3 Comments

  • Mantap blognya, foto-fotonya juga bagus. Keep blogging

  • wahh, keren-keren skali travel fotonya..tulisannya juga mantap..
    salut!
    let’s promote Indonesia!

  • Keep clean always,,,, pertahankan adat dan budaya yang adhi luhung dg konsep tri hitha karana..tq

Leave a comment

Mainmakan travelblog adalah kumpulan cerita perjalanan traveling dan kuliner, merupakan sarana berbagi pengalaman bagi kita semua, ayo ceritakan pengalaman anda. Klik disini untuk lebih lengkapnya

WE ARE PART OF :