Dec 7, 2011
admin

Pantai Romodong, Bangka



Oleh : Philardi Ogi

“…Kita Sudah sampai pak”

“Pantai penyusuk? Kapal-kapal yang bisa kita sewa ke pulau Lampu dimana ya?”

“Bukan Pak, ini Pantai Romodong, sama bagusnya ko..”

”Ha?kita kan mau ke pantai Penyusuk pak, mau nyebrang ke pulau Lampu….”

”Aaah..ke sini aja pak, pantai Penyusuk lebih jauh, ngapain nyebrang – nyebrang segala, nanti kemaleman lagi..”

Saya tidak bisa berkata apa-apa, hanya menggaruk kepala yang tidak gatal ini..

Culas, itu kata yang tepat menggambarkan supir dari mobil yang saya sewa ini. Selain tidak pernah mau repot, selalu menolak tujuan yang ia anggap jauh. Perilakunya pun jauh dari kata friendly deh, full ngedumel. Padahal kita semua sudah cek ketek masing-masing, ga ada tuh aroma yang menyengat, jadi entah apa yang menyebabkan si supir ini uring-uringan seharian mengantar kami.

Si supir ini sudah resmi menjadi mood dropper, and we hate mood dropper. terutama ketika sedang travelling. sempet kepikiran kami cincang saja si Mr Culas ini untuk makanan ikan di pantai Romodong, namun kami takut nanti ikan-ikan itu akan berubah menjadi zombie dan mencemari laut pulau Bangka.

Mood kami yang sudah jatuh di tangan sang supir berubah drastis setelah kita disuguhkan panorama yang menawan ini. Bersih, sepi, lautnya yang tenang, pepohonan untuk berteduh ditambah Batu laut yang besar di bibir pantai yang seakan taman bermain bagi kita untuk dipanjat dan dilompati dari satu batu ke batu lainnya. How can we complain?

Pantai Romodong terletak tidak jauh dari kota Belinyu, karakter pantai ini merupakan tipikal pantai di provinsi Bangka Belitung yang sudah kita kenal melalui gambar yang biasanya nampang di kalender, dimana komposisi hamparan pasir putih, baru megalit besar dan air yang jernih menjadi objek yang menarik bagi fotografer.

Pantai ini sangatlah sepi, padahal hari kami berkunjung adalah hari sabtu, dimana biasanya pemandangan keluarga yang botram pinggir pantai yang buang sampah sembarangan sangatlah familiar. Namun kali ini hanya ada kami yang menikmati indahnya pantai Romodong, ditemani muka kecut si supir culas yang memandang dari kejauhan tentunya.

Mungkin karena tidak ada satu fasilitas wisata pun di tempat ini yang membuat pantai Romodong sangat sepi, jalan menuju pantai romodong hanyalah fasilitas pemerintah yang dibangun untuk warga desa Bukit Ketok, yang mayoritas adalah nelayan. Bahkan signage menuju pantai ini pun tidak ada, apabila tidak diantar oleh Mr Culas mungkin kami akan sangat kesulitan menuju kemari.

Namun kesepian ini memang yang menjadi daya tarik pantai Romodong, aura eksklusifitas yang muncul mengingat hanya kami yang menikmati pantai romodong sore itu. Dan beruntungnya kami, saat itu air laut sedang pasang sehingga air menyentuh bibir pantai dan kita dapat berenang dengan bebasnya. Karena menurut nelayan setempat, apabila sedang surut, pantai ini akan kering sejauh 3km.

Akhirnya setelah hampir dua jam di pantai ini akhirnya kami bertemu dengan manusia lain, mereka adalah 4 orang anak asli kamping Bukit Ketok yang akan memancing di sebuah batu tidak jauh dari pantai. ”Waah dapeet” teriak Bobon, tidak lama setelah melempar kail. Anak umur 9 tahun tersebut kerap memancing dengan alat pancing tradisionil memanfaatkan air yang pasang. Walaupun tangkapannya kecil-kecil saat itu namun cukup memberi raut bahagia pada paras lugu mereka.

Dibalik cerita dongkolnya saya yang diiringi turunnya mood temen-teman serombongan. Namun kami bersyukur akhirnya menemukan pantai Romodong ini, walaupun jauh dari rencana awal kami. So, Thank you Mr Culas Driver.

5 Comments

  • Oh Wooww!
    Fotonya natural. Saya suka warnanya :)

  • Next time mau main ke bangka… kontak saya aja, akan saya guide sepuasnya. Kebetulan saya anak bangka… hehhee email aja ke sini cun_sky21@yahoo.com dan atur waktunya.

    Saya jamin deh, gak ada mr. culas klo sama saya hahhaa….

    • siap om Hendriik..terima kasih banget, masih penasaran sama pantai penyusuk dan pulau lampu niih hehehe

  • What a lovely beach, jadi kangen belinyu pengen pulang Mas ^_^

    • waah pelipur lara akan kampung halaman, izin share di wall fb saya ya Pak, terima kasih banyak atas foto2nya yang cantik …

Leave a comment