May 1, 2012
admin

Pantai Selong Belanak, Lombok, NTB


Oleh : Philardi Ogi

Raut Bowo, teman saya yang menetap di Lombok, berubah drastis ketika ia melihat pantai ini dari kejauhan. “kayaknya masih pasang nih Selong Belanak, ombaknya pasti deras sekali dan ga mungkin untuk berenang disini”. Dengan nada pelan berusaha untuk tidak membuat saya kecewa.

Saya hanya bisa tersenyum, sudah tiga pantai yang kita datangi , Tanjung Aan, Pantai Seger dan kini saya tiba di pantai Selong Belanak. Gelombang pasang di ketiga pantai tersebut membuat ombak menggulung sangat tinggi dan mustahil untuk saya berenang. Padahal hari ini adalah hari terakhir saya di pulau Lombok, dan Bowo tahu benar saya sangat ingin berenang di salah satu pantai di Selatan Pulau Ini.

Ah,ini adalah buah dari harga diskon periode low season yang menggoda. Januari – Maret memang bukan periode yang baik datang ke Lombok, walaupun tiket pesawat dan hotel bisa dibandrol setengah harga normal. “Angin Barat” begitu penduduk lokal menyebutnya, ketika ombak menggulung dengan ganasnya di pantai selatan dan arus dalam air yang mengangkat pasir hingga menutup terumbu karang yang indah di Gili Trawangan. Menurut saya sepertinya Tuhan memang sengaja memberikan waktu istirahat bagi alam dari hiruk pikunya turis manusia yang kadang merusak harmoni alam.

Pantai ini bisa dicapai 20 menit dengan mobil dari bandara International Lombok di Praya. Sebelum memasuki pantai, kita bisa menaiki bukit untuk menikmati panorama indah dari atas bukit Selong Belanak. Pantainya sendiri berbentuk seperti bulan sabit, walaupun hanya sepanjang kira-kira satu kilometer namun pantai ini berada dibalik bukit sehingga memiliki kesan tersembunyi.Pasir yang bersih dan air yang jernih tak usah diragukan lagi, ciri khas pantai selatan Lombok yang indah.

Pada hari biasa, pantai ini cocok untuk berlenyeh-lenyeh dan menikmati sepoi angin dan deburan ombak. Berenang di pantai ini juga menjadi keharusan karena airnya yang jernih. Paduan biru laut, putih pasir dan hijaunya bukit yang mengelilingi pantai ini memanjakan sejauh mata memandang. Selain itu, pengunjung pantai yang hanya segelintir membuat pantai ini lebih eksklusif, entah sampai kapan ini akan bertahan. jalan akses pantai ini yang sulit,dan belum adanya fasilitas pariwisata yang memadai membuat pantai ini kalah pamor dibanding pantai selatan lainnya. Namun kesungian itu menjadikan pantai ini sempurna untuk relaksasi.

Di sebelah barat pantai ini terdapat perkampungan kecil yang bermata pencaharian nelayan. Walau tidak besar namun perkampungan ini terdapat warung yang menyediakan Kopi atau makanan kecil yang disediakan oleh istri-istri nelayan untuk sekedar nongkrong. Tempat yang cocok untuk bercengkrama dengan nelayan setempat yang baru pulang melaut.

Dijalan pulang Bowo kembali meminta maaf karena keiginan saya berenang di panti ini tidak terpenuhi.
“Ga apa Wo, ini berarti saya harus datang lagi ke Lombok” disambut tawa kecil Bowo.

Ya, saya akan datang lagi, ketika alam sudah terbangun dari istirahatnya.

Leave a comment

Mainmakan travelblog adalah kumpulan cerita perjalanan traveling dan kuliner, merupakan sarana berbagi pengalaman bagi kita semua, ayo ceritakan pengalaman anda. Klik disini untuk lebih lengkapnya

MainMakan Flickr Gallery

We Are Part Of :