Aug 9, 2016
admin

A walk in FREMANTLE, Western Australia


Oleh : Philardi Ogi

Bus yang mengantar saya membelah kota Fremantle ketika matahari sudah diujung horizon barat. Kontras dengan kota Perth yang saya datangi sebelumnya, Fremantle tidak memiliki gedung pencakar langit atau bangunan modern yang futuristik,bangunannya lebih didominasi gedung bersejarah era kolonial yang sekarang dihuni café dan toko buku yang cantik. Di Fremantle kita sekan dipaksa menegok masa lalu, bangunan bersejarah yang tersebar mengingatkan akan bagaimana kota ini menjadi gerbang Australia Barat, bagaimana kota ini tumbuh menjadi salah satu pusat perdagangan Australia dan tak luput, sejarah kelam Fremantile menjadi tempat mendarat narapida Inggris Raya yang mengalami kerja paksa.

Melihat cantiknya kota ini saat pertama bertemu, saya memutuskan untuk menjelajahi kota kecil ini dengan berjalan kaki, dengan bangunan cantik dan toko unik di sekeliling jalan, meresapi kota fremantle dengan lambat akan lebih menyenangkan.

berikut adalah rute eksplorasi jalan kaki saya :


Map oleh Google map

1. E Sheds
2. New Edition Book Store
3. Finishing Touch Art Shop
4. The Record Finder
5. The National Hotel Fremantle
6. Kings Square
7. Cappucino Strip
8. Fremantle Market

1. Saya memulai eksloprasi dengan mengunjungi E-Sheds, sebuah bangunan gudang yang disulap menjadi pasar di Victoria Quay, yaitu marina tepat di depan Dermaga Fremantle. Di pasar yang hanya buka pada hari Jumat, sabtu dan minggu ini selain menjual kerajinan lokal, koleksi pakaian vintage, barang barang antik atau menyeruput kopi dengan pemandangan kapal yang hirlir mudik di mulut dermaga Fremantle. Jangan lupa juga untuk mengnjungi Aussin, sebuah gerai milik Pak Tan dan Bu Ade , pasangan suami istri berasal dari Tangerang yang menjual oleh oleh khas Australia seperti magnet ,kaos dan gantungan kunci.

Dari daerah dermaga, saya melanjutkan berjalan kaki ke Henry Street yang diapit gedung gedung tua, untuk mengunjungi sebuah 2. toko buku New Edition. Sebuah toko buku dengan koleksi dari bermacam genre yang cukup lengkap, novel, buku literatur, hingga buku untuk anak anak didisplay dengan apik. Uniknya juga New Edition mengadopsi sebuah bangunan tua kolonial yang cantik.

Selepas dari New Edition, saya tertarik dengan pajangan lukisan di seberang jalan. Adalah 3. Finishing Touch Art Gallery yang menjual bermacam lukisan khas Fremantle. Gerai ini dipenuhi dengan koleksi lukisan dari seniman lokal dan karya yang mencerminkan pemandangan Fremantle. Di gerai ini akhirnya saya membawa pulang sebuah sketsa urban dari beberapa bangunan bersejarah di Fremantle hanya dengan AUD 5 saja.

Saya melanjutkan berjalan kaki ke membelah High Street, menemukan sebuah toko music yang menjual rekaman lama dengan berbagai format yang sudah hampir punah dengan nama 4. The Record Finder. Koleksi lembaran piringan hitam tua dari bermacam genre, kaset dan CD yang berjejer rapi dan pemutar piringan hitam dari berbagai merk yang masih dalam kondisi prima.

Saya kembali menyusuri High Street. Saya terhenti sejenak di sebuah tua yang terawat baik,5. The National Hotel Fremantle yang dibangun pada tahun 1868. Setelah cukup puas untuk memfoto bangunan cantik ini, saya melanjutkan perjalanan melintas pertokoan kearah 6. Kings Square.

Kings Square, adalah sebuah taman ditengah kota yang dibelah dua bangunan bersejarah yang forogenik, Gereja St. John dan bangunan balai kota dengan menara yang ikonik. Kedua bangunan tersebut dibelah sebuah jalan batu lebar yang dijadikan tempat berkumpul masyarakat Fremantle di sore hari. Beberapa warga sedang bermain bola, pasangan yang sedang bencengrama di bangku taman dan beberapa anak muda yang bebas bermain skateboard.

Saya meneruskan perjalanan menyusuri Market street untuk menuju South Terrace. Jalan South Terrace sering disebut 7. Cappucino Strip Karena di sepanjang jalan Ini berjejer kedai kopi yang meluber sampai trotar jalan. Menghabiskan waktu untuk bersantai di salah satu kedai di cappucino strip di sore hari seakan menjadi keharusan di Fremantle, seakan berkunjung ke Yogyakarta tanpa mencicipi gudeg, rasanya janggal. Rekomendasi saya cobalah menyicipi latte di kedai Sandrino sambil mengecap hidangan italia yang otentik.

Selepas cappuccino strip, kami mengungunjungi 8. Fremantle Market yang letaknya di ujung jalan. Fremantle market merupakan salah satu pasar tertua di Australia, berdiri pada tahun 1897. Di pasar ini selain bisa mengagumi arsitektur bangunnya, kita dapat menjumpai beberapa hasil lokal masyarakat Fremantle, seperti kerajinan tangan, souvenir, olahan makanan dari hasil bumi hingga beberapa buah buahan segar.Pasar yang menjadi salah satu ikon pariwisata Fremantle ini juga mengehelat beberapa event regular seperti Market Fairies yaitu acara amal yang melibatkan anak kecil dan juga Wildlife Petting Zoo yaitu membawakan beberapa hewan khas Australia Barat menjadikan pasar ini kebun binatang dalam sehari.

2 Comments

Leave a comment